Minggu, 24 Januari 2010

LOVE SUCKS



Sudah puluhan kali Saci melakukan hal bodoh ini: duduk menyendiri dalam gelap selama berjam-jam, menangisi hati yang berkeping-keping, sambil mengunyah makanan yang dimasaknya sendiri. (Dia seperti kerbau yang memamah rumput di pojok kandang, tak peduli apapun selain rumput yang digilas geraham). Kali ini Simon and Garfunkel yang menemani laranya. Mula-mula Ia mendengarkan April She Will Come, dilanjutkan dengan Bridge Over Troubled Water (yang menguras habis air mata), lalu Scarborough Fair, terakhir ia ikut menyenandungkan The Only Living Boy in New York dengan nada sumbang di sana-sini. Lalu kembali lagi ke April She Will Come. Terus saja berulang-ulang, berkutat dengan empat lagu mellow tersebut sampai terlelap karena energinya terkuras emosi yang bodoh dan menyedihkan akibat ritual tolol itu. Cinta, memang menyebalkan. It sucks! And is totally overrate! Masalahnya gadis bodoh itu terlalu menghayati romantisme konyol 'Marilah hidup dengan menangisi cinta yang hancur', entah orang bodoh mana yang mendengungkannya, tapi itu ia dapatkan karena iseng browsing di internet. Karena Saci tak butuh lampu-lampu neon untuk menemani hatinya yang sedih, ia hanya menyalakan lilin sebagai penerangan di malam hari. Saci merasa gelap dan temaram lebih mengerti apa yang ia derita saat ini.
Pemuda, yang membuat gadis bodoh ini menangis pilu, sebut saja dia J. Tak ada yang istimewa pada diri lelaki itu. Tapi karena cinta buta dan menyebalkan, Saci hanya terperangkap saja. Tak lebih. Dan otaknya yang tumpul, serta kenaifannya yang berlebih-lebihan turut andil membuat kekacauan ini. Cinta membuat seseorang menjadi lemah (kalau pakai kata ‘rapuh’ sepertinya agak lebay). Hasil dari kekacauan itu sangat tragis. Karena kebanyakan membaca dalam gelap dan menangis konyol, minus di mata Saci pun bertambah. Ah, hanya ini saja yang ia dapatkan sebagai balasan melakukan ritual bodoh itu. Seharusnya ia cukup melafalkan kalimat:
"Some Day You'll Love Me But I Won't Love You"
Mengucapkannya seperti mantra, seperti doa-doa, karena kalau meyakininya dengan teguh, tentulah doa itu akan terjawab. Poor Saci. Cinta memang menyedihkan, atau jalan lain untuk menjadikan hidup yang indah ini berdarah-darah? (*lebay mode on).
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar