Senin, 25 Januari 2010

The Curse of Love


Sudah sepekan ini aku menderita insomnia. Baru bisa tidur setelah pukul 5 subuh. Seberapa keras aku mencoba untuk tidur, mulai dari menonton film yang membosankan, sampai melahap bacaan yang tidak sederhana seperti Dr Zhivago-nya Boris Pasternak, tidak membuat mataku menjadi ngantuk. Tentu kondisi ini membuatku lelah. Badanku menuntut untuk diistirahatkan, namun pikiranku terus bekerja. Aku menenggarai, gelisahku yang membuat aku jadi susah tidur. Kondisi susah tidur ini berpotensi membuat maagku kambuh, menciptakan lingkar hitam di bawah mata, dan wajahku jadi terlihat lebih pucat.
Memang insomniaku tidak sebanding penderitaan Trevor Reznik yang diperankan Christian Bale dalam thriller psikologis, The Machinist. Reznik adalah penderita insomnia kronis dan sudah 1 tahun tidak pernah tidur. Makin hari berat badannya terus berkurang. Gangguan tidur tersebut dialaminya karena merasa ada seseorang yang mengintai dan mengawasi hidupnya.
Tapi lebih tidak sebanding lagi dengan penderitaan seorang wanita paruh baya dalam kehidupan yang nyata. Ibu tua ini tinggal di Padang, Sumatera Barat. Ketika diwawancarai sebuah televisi swasta di tahun 2000, sang ibu mengatakan ia sudah tidak tidur selama 10 tahun. Bagaimana kau membayangkannya? Tidak sedetik pun memejamkan mata. Bagaimana ia mengisi malam-malamnya? Dengan menjahit, tahajud, dan kalau pagi terbit ia akan turun ke sawah. Itu rutinitas yang dilakukannya. Meski tidak tidur bertahun-tahun kondisi tubuh sang ibu segar bugar saja. Masya Allah. Ketika ditanya apa yang menyebabkan ia mengalami gangguan tidur sedemikian parah, sang ibu menjawab dengan kepahitan yang tak terperi. Ternyata suaminya selingkuh, pengkhianatan itu berlangsung di depan matanya, mencabut kepercayaannya terhadap cinta, dan memutus satu dari milyaran sel abu-abu otaknya.
Membayangi penderitaan si ibu membuat aku berpikir betapa dahsyatnya sesuatu yang bernama cinta. Sebesar ia memberikan kebahagiaan, sebesar itu pula ia menyebabkan sengsara. Aku jadi teringat kata-kata seorang sahabat: "Jika kau mencintai sesuatu secara berlebihan, bersiaplah untuk menjadi tawanannya." Aku sendiri menyebutnya the curse of love, kutukan cinta, kutukan bagi orang yang mencinta. Kalaupun suatu hari aku patah hati, aku tidak ingin berakhir dengan insomnia. Kalaupun patah hati, aku akan membawa serpihan-serpihan hatiku ke negeri dimana kakiku semula tak pernah menjejaknya, di negeri yang sama sekali asing buatku, yang bila malam menyelimuti langitnya, aku masih bisa tertidur nyenyak.

"Trick or treat? Game or sin? You must choose. And find the key, Unlock the doors, Lurk in the dusk, And find the Cross Of grief and lust. But it won`t help you To find your love ...
It`s the curse of love. The game to break your heart. (The curse of love, metalsteel)


1 komentar:

  1. bgs bgt tulisan ini, tp lg lg sayang, critanya pendek bgt,.coba dong di perpanjang, jgn pendek bgt, gak terbatas durasi kan

    BalasHapus