Rabu, 27 Januari 2010

PANGGIL SAJA KAMI ALAY

Di kantor kami yang mungil dan sembrono, ada dua jenis manusia penghuninya: Alay dan Cam-Whore. Siapa dan bagaimana sepak terjang mereka? Mari saya jelaskan masing-masing berdasarkan jenisnya.
Alay: Bisa jadi hampir semua orang termasuk dalam jenis alay (tapi pura-pura tidak sadar kalau dirinya alay). Hanya saja kadar kealayannya berbeda-beda masing-masing individu. Mulai dari stadium 1 sampai stadium sekarat. Apa sih alay? Kalau tidak tahu, kebangetan namanya. Pasalnya, istilah ini lagi happening banget. Kalau lagi googling coba ketik kata alay, kamu akan menemukan 2.710.000 hasil yang merujuk kata alay. Buat saya pribadi, alay artinya simple aja: kampungan (dan penghancur tata bahasa Indonesia). Di kantor kami yang mungil dan sembrono itu ciri-ciri alay sangat kental kalau lagi ber-facebook-ria. Contohnya, kalau lagi bikin status.
1. Menulis penggalan lirik lagu untuk merepresentasikan suasana hati. Sengaja cari lirik lagu berbahasa Inggris biar dibilang keren, cool. Padahal dapat lirik itu juga karena browsing di internet. Coba deh disuruh nyanyi lagu tersebut, dijamin gak bisa! Contoh: *singing* I'm going where the water tastes like wine, we can jump in the water, stay drunk all the time...(si Uum)
2. Menulis (atau mengupas tuntas?) apapun tentang situasi yang sedang dihadapi sang idola (bisa artis sinetron, bisa olahragawan, bisa musisi, bisa tokoh politik). Dari A sampai Z. Fanatisme gak jelas gitu deh (kalau gak bisa disebut freak). Contoh: Tumben Rafael Nadal update status. Tapi gw 'trauma' comment di statusnya. baru ditinggal semenit aja notifications gak penting bisa langsung ribuan. (Herman Rafa’Parera)
3. Memberitahu pada para facebooker kalau dia sedang ada di tempat mesum dan tentunya berbuat hal-hal mesum. Contoh: gw ngerasa ada yg 'aneh' di hotel ini......... dy jg bilang bgt td. bgtu sunrise, lgsg cabs ahh...(Ndaru)
4. Menulis status seperti menulis novel, semua tempat diborong, berbaris-baris panjangnya, bisa sampai empat paragraph (hehehe.) Contoh: huhuhu senangnya besok syifa dateng-mau kumpul sama anak2 sma, sabtu kawinan da il-da emi & kelg dateng main ke rumah dulu, minggu uti pulang deeehhh....wah nggak sabar ngelihat uti gemes ngelihat opal&syifa yg dah ngegemesin bangeett...(Bumil)
5. Menulis dengan singkatan, karena status itu berupa sumpah serapah, biar kesannya gak vulgar. Contoh: S.B.B.S.B.S.A.K (Aki)
6. Menulis status tapi gak mau dikomentarin. Buat apa bikin facebook yak? (Herman, Uum)
Selain dari status facebooknya, alay tidaknya seseorang bisa dilihat dari cara mereka makan.
1. Makan sembari muntah (Bumil)
2. Membeli makanan dengan lauk untuk porsi 2-3 orang (Masye Ratna Suminar)
3. Makan gak pernah dihabisin (Herman)
4. Gak doyan makan (Aki)
5. Bawa makanan dari rumah, tapi makannya numpang di warung orang (si Uum)
*Kadar kealayan ditentukan berdasarkan urutan. Semakin kecil nomornya semakin parah kadar sakitnya.

Cam-whore: istilah ini ditujukan untuk orang yang senang foto-foto, gak kenal tempat, gak kenal waktu pokoknya foto-foto, mau di mal, lagi makan siang, di WC, yang penting pose. Hasil fotonya wajib diupload di facebook, biar orang sedunia tahu kalau kita eksis.
CW 1: Foto di berbagai tempat, hasilnya untuk profil picture. (Herman, Uum, Aki)
CW 2: Gonta-ganti profil picture sehari bisa 5 kali. (Herman, Aki)
CW3: Sengaja foto setengah telanjang, dengan maksud sekalian jualan (Ndaru)
CW4: Hanya meng-upload foto-foto yang kalau kebetulan posenya keren menurut dia. Padahal menurut orang lain norak.(Herman)
CW5: Foto-foto dengan property milik orang lain, misalnya foto di depan mobil sedan artis, dsb (Ndaru)
CW6:Memasang foto wedding sebagai profile picture dan kalau sudah melahirkan, tentunya yang dipasang foto si baby (Nina, Rani, Esti)
Kebetulan, penghuni kantor kami yang mungil dan sembrono itu hanya beberapa gelintir orang aja, dan sial, semuanya adalah Alay sekaligus Cam-Whore. Hidup Alay. Viva Cam-whore!

2 komentar:

  1. jiiahhhh tante alay curhat nih ye...nggak sadar malah ngebuka aib tauk...oya dapat pesan dari aki kata-kata selingkuhnya dihapus, nanti ada yang tau kan berabe...(hahaha)
    btw kenapa jadi nggak konsisten pake saya lu, kemaren2 kan aku...(dasaarrr...)

    BalasHapus
  2. Iya na, saya terinspirasi kamu. ternyata lucu juga, kesannya formal-formal gimana gitu. Tapi tetap sih, gue lebih nyaman menggunakan aku. Jadi saya hanya uji coba saja...

    BalasHapus